Saya ingin Ingatkan satu hal kaidah yang sangat penting sekali, terdapat pada Al-Qur’an, setiap orang yang telah menunaikan sholat itu oleh Al Qur’an dibagi pada dua golongan, dan perhatikan sampai pada siang ini, anda berada di golongan mana. Terdapat pada Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 103;
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa': Ayat 103)
Maka jika sholat telah tuntas Anda tunaikan, Kalau anda berhenti membaca disini, waqaf di ayat ini, Maka itu menunjuk pada golongan yang pertama, kata para ulama, ini menunjuk pada golongan yang pertama, ada orang yang shalat sekedar menuntaskan kewajiban saja, jadi maaf, Ada motif orang sholat, yang penting saya sudah sholat, perkara khusyu atau tidak Itu belakangan, diterima atau tidak itu urusan Allah, lambat atau cepat itu perkara lain yang penting saya sudah sholat.
Rumus di tafsir, kalau ada satu kejadian di Qur'an, kalau tidak disebutkan Siapa orangnya, tidak dirinci Kapan kejadiannya, itu artinya kisah dimaksud, akan terjadi di setiap masa dengan tokoh dan nuansa yang berbeda, Jadi sekarang pun, nanti pun, akan didapati orang sholat yang penting sudah sholat, perkara yang lainnya itu terserah dalam topik yang lain.
Sedangkan orang-orang yang berhasil dalam shalatnya, dia mendapati manfaat dari sholatnya diantara manfaat manfaat yang utama, "maka dari sholat yang telah ditunaikan itu," "fazkurullaha" maka bisa mengingatkan dia akan Allah", makanya disebut shalat, berasal dari kata "Silah" , Silah itu berarti ketersambungan yg erat, ikatan yg kuat, makanya ada istilah Silaturrahim, hubungan yang kuat, erat sulit untuk dilepaskan, kalau di bentuk dlm ibadah ritual "silah" berubah menjadi "Sholah", jadi kenapa disebut dengan Shalat?, karena ibadah ini membuat kita untuk tersambung dengan Allah subhanahu wa ta'ala, harusnya orang kalau sudah sholat harusnya dia ingat, "fazkurullaha qiyaman", bahkan di saat berdirinya, selesai shalat dia bangun, dia ingat Allah, jalannya ingat Allah, kemudian "waqu'udan", kemudian duduknya ingat Allah, jadi apapun yg dia lakukan dalam aktivitasnya, apakah itu bekerja, menulis, dia tanda tangan satu hal, dia makan, dia minum, dia ingat Allah, "Wa'alajunubikum", bahkan saat tidurnya pun, dia ingat Allah.
Orang ingat Allah dengan yang tidak ingat Allah itu beda, misalnya Saya mau minum, Ada Si Fulan minum ada Si Fulan minum, ada dua orang minum, orang yang ingat Allah sama-sama minum dengan yang tidak ingat Allah dan fungsi Minuman itu menghilangkan haus Tapi orang yang yg ingat Allah, ketika minum dia akan pastikan minuman yang dia pegang itu Allah Ridho dengan minumannya, karena dia tahu Allah Melihat , Allah Mendengar.
Jadi mustahil orang minum, menyentuh minuman yang tidak disukai Allah, mustahil orang yang kerja tanda tangani proyek yang tidak diridhoi Allah, bahkan mustahil ada orang, baru keluar masjid selesai sholat ingat Allah, bisa tertukar sendal, itu mustahil, buktinya sekarang ada kesempatan di beberapa tempat, orang mau sholat saja masih takut kehilangan sendalnya, padahal orang tersebut kalau ditanya, dia ingat Allah, ada sesuatu yang keliru dalam hal-hal yang di tunaikannnya.
Maksud saya, coba dicek sampai sekian kali sholat yang kita tunaikan sampai hari ini, berapa sholat yang kita kerjakan yang sudah menjadikan kita teringat dengan Allah?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar