Senin, 22 Agustus 2016

Bermegah-megahan

Semakin tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula persaingan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari harta, tahta, wanita, dan anak-anak. 

Akan lebih baik jikalau tingginya persaingan manusia dalam fastabikhul khairat, atau berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Akan tetapi banyak diantara kita manusia, khususnya umat Rasulullah S.A.W saat ini lebih condong kepada hal-hal duniawi.

Kebanyakan kita berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, popularitas, kedudukan. Bahkan banyak juga dengan cara yang menghalalkan yang haram dalam melakukan hal hal tersebut.

Saling jatuh-menjatuhkan, sikut sana sikut sini, menggunting dalam lipatan. Demi berbagai kenikmatan dunia tersebut manusia lupa dengan hal-hal kecil tentang kebaikan.

Dalam Al-quran, Allah sudah mengingatkan kita akan hakikat hidup di Dunia yang sementara ini. Sudah banyak ayat yang terdapat dalam Al-quran tentang hidup di dunia ini, bahwasannya, kehidupan dunia ini bukanlah kehidupan yang hakiki, namun banyak dari kita manusia yang tidak juga sadar akan hal itu.

Dalam firman-Nya Allah S.W.T berkata :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta BERBANGGA-banggaan tentang banyaknya HARTA dan ANAK. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Banyak dari kita yang bersaing, dan berlomba-lomba dalam bermegah-megahan. yang mana terdapat dalam Surah At-takasur Allah menjelaskan :

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam KUBUR. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ´ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At-Takatsur: 1-8)

dalam surah At-Takasur, Allah sampai TIGA kali melarang kita, untuk jangan Takasur, jangan bermegah-megahan, bermegah-megahan melalaikan kita, kita akhirnya akan sadar ketika masuk ke dalam kubur.

sampai kita benar-benar melihat neraka jahim, kemudian pada akhirnya kita akan ditanyai tentang kenikmatan yang Allah berikan, untuk apa nikmat yang Allah berikan, dengan cara apa kita peroleh.

sifat Takasur akan membuat kita menjadi iri, dengki dan hasad. sifat hasad diumpamakan seperti api yang membakar kayu, mengikis kebaikan-kebaikan dalam diri kita.

Terkadang diantara kita, kita sering tidak peduli, tidak peka terhadap hal-hal kecil pada kehidupan ini, antara hati dan pikiran tidak sejalan. Orang berilmu kadang tak punya moral, orang paham hukum kadang tak paham etika, dan lain sebagainya.

Banyak saudara-saudara kita bahkan keluarga dekat kita yang hidupnya serba kekurangan, malah sering diantara kita bersaing dengan mereka dengan sikap sombong dalam bermegah-megahan.

Semoga kita mendapat hidayah dari Allah, menjadi hambanya yang senantiasa kembali kepada Allah, dan menjadi orang-orang yang beruntung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar